9 Efek Samping Konsumsi Jus Lidah Buaya bagi Kesehatan

Jus lidah buaya sering dikonsumsi untuk alasan kesehatan. Tapi, jika tidak hati-hati, maka konsumsi jus lidah buaya justru akan membahayakan kesehatan. (Organic Facts)

Lidah buaya atau aloe vera adalah salah satu bahan yang biasa dipakai untuk perawatan kecantikan. Bahan ini pun juga dikenal dengan manfaat kesehatan sebagai suplemen untuk tubuh. Meski begitu, tumbuhan ini juga memiliki efek samping yang mungkin belum banyak diketahui orang.

Dikutip dari Boldsky, lidah buaya memproduksi dua cairan—gel dan lateks—yang digunakan dalam obat-obatan. Gel lidah buaya ditemukan di dalam daun lidah buaya dengan warna bening. Sedangkan lateks lidah buaya berwarna kuning dan di temukan di bawah kulit daun lidah buaya.

Gel lidah buaya terdiri atas 96% air dan mengandung vitamin A, B, C dan E. Sebagian besar orang mengonsumsi gel lidah buaya untuk mengobati diabetes, hepatitis, menurunkan berat badan, penyakit radang usus, asma, demam, gatal dan lain sebagainya. Selain itu, gel lidah buaya juga bisa dipakai dengan cara dioleskan pada kulit dan rambut.

Gel ini juga dipakai untuk membuat jus yang sudah biasa dipakai dalam pengobatan. Tapi, kebanyakan mengonsumsi jus lidah buaya bisa membahayakan tubuh dan menyebabkan banyak efek samping.

Efek samping ini bisa muncul karena alergi terhadap lateks lidah buaya. Lateks lidah buaya ini jika dikonsumsi langsung bisa berbahaya meskipun hanya dikonsumsi dalam jumlah sedikit.

1. Menyebabkan alergi kulit

Pemakaian gel lidah buaya dalam jangka lama bisa menyebabkan alergi kulit seperti peradangan, gatal-gatal dan kemerahan pada kelopak mata. Efek lainnya terhadap kulit termasuk pengeringan, pengerangan, perkembangan bintik ungu dan pecah-pecah. Selain itu, mengoleskan gel dan keluar di bawah sinar matahari bisa menyebabkan ruam kulit dan iritasi atau kemerahan dan terbakar.

2. Menurunkan gula darah
Lidah buaya dikenal menurunkan level gula darah. Tapi, diabetesi atau penderita diabetes harus berhati-hati saat mengonsumsi lidah buaya. Jika Anda hendak operasi, maka ada baiknya tidak mengonsumsi lidah buaya setidaknya 2 pekan sebelum operasi karena lidah buaya bisa mempengaruhi level gula darah dan mengintervensi kontrol gula darah selama dan setelah operasi.

3. Komplikasi dalam kehamilan dan menyusui
Baik gel ataupun lateks lidah buaya mungkin tidak aman untuk dikonsumsi ibu hamil dan menyusui. Alasannya, lidah buaya bisa merangsang kontraksi uterus dan menyebabkan komplikasi seperti keguguran dan meningkatkan risiko bayi mengalami cacat lahir. Sementara, bayi bisa terpengaruh kondisinya jika ibu yang sedang menyusuinya mengonsumsi jus lidah buaya.

4. Keracunan hati
Dosis tinggi lidah buaya bisa menyebabkan peradangan hati. Keberadaan banyak senyawa bioaktif seperti C-glycoside, anthraquinone, anthrone, lectin, polymannan dan mannan terasitilasi di dalam lidah buaya bisa mengintervensi proses detoksifikasi liver dan ini bisa menyebabkan kerusakan hati.

5. Gagal ginjal
Lidah buaya bisa berinteraksi dengan obat tetentu—Digoxin, obat antidiabetes, Sevoflurane, obat gangguan kencing—dan bisa menyebabkan penyakit ginjal dalam jangka panjang. Lateks lidah buaya juga diasosiasikan dengan gagal ginjal. Jadi, orang yang menderita masalah ginjal harus menghindari konsumsi lidah buaya.

6. Ketidakimbangan elektrolit
Mengonsumsi jus lidah buaya dalam jumlah banyak bisa menyebabkan gerakan longgar, diare dan kram perut yang menyebabkan dehidrasi dan ketidakimbangan elektrolit.

7. Rasa tak nyaman di perut
Salah satu efek samping minum jus lidah buaya adalah rasa tidak nyaman di perut. Lateks lidah biaya bisa menyebabkan kram perut, kembung dan sakit perut. Hindari minum jus lidah buaya, terutama jika sedang mengalami masalah perut.

8. Kondisi usus seperti Crohn’s Disease dan kolitis ulseratif
Kalau mengalami kondisi usus seperti ini, hindari mengonsumsi jus lidah biaya karena lateks lidah buaya menyebabkan iritasi usus.

9. Ambeien
Jika menderita ambeien, jangan minum jus lidah buaya. Jus ini bisa memperburuk kondisi.

Sumber : sindonews.com