Belajar ilmu Parenting dari induk elang

Tiap orang tua tentu memiliki cara yang berbeda-beda dalam mendidik anak-anak. Ada yang mendidik dengan penuh kasih sayang, ada yang otoriter, disiplin, atau permisif.

Apapun yang anda lakukan sebagai orang tua, saya yakin itu atas dasar untuk kebaikan buah hati. Namun, alangkah baiknya bila pola asuh tersebut disesuaikan dengan zaman, pribadi anak, situasi, dan kondisi lingkungan.

Jika tidak, biasanya orang tua akan menemukan sejumlah kendala dalam tumbuh kembang anak. Misalnya anak jadi manja, kurang mandiri, tidak berani mencoba dan sebagainya.

Khusus untuk orangtua yang memiliki tantangan melatih kemandirian pada anak. Yuk, ambil ilmu parenting menarik yang diterapkan induk elang.

Saat induk elang akan menetaskan anak-anaknya, dia akan mempersiapkan sarang yang nyaman untuk bisa mengeram dengan tenang dan aman dari musuh. Biasanya mereka membuat sarang di bukit yang tinggi agar sulit dijangkau binatang lainnya.

Jika sarang sudah jadi, elang akan mengerami telur hingga menetas. Setelah menetas, induk mulai mencari makanan untuk anak-anaknya. Rutinitas mencari makan tersebut dilakukan selama beberapa bulan.

Yang menarik, ialah ketika induk elang mulai mengajarkan kemandirian pada anak-anak. Ketika anak-anak dianggap cukup mampu belajar terbang, induk akan merusak sarang dan mendorong anaknya jatuh dari ketinggian. Anak-anak elang tentu merasa takut dan mengerikan. Ya, induk elang seolah ibu yang kejam. Seolah tak peduli ketakutan anak, induk tetap merusak sarang dan mendorong anaknya untuk terjatuh.

Namun, sesaat sebelum anak-anak benar-benar terjatuh ke tanah, induk akan sigap menangkapnya dan membawa kembali ke tempat yang tinggi. Lalu sesekali akan menjatuhkan anak-anaknya lagi. Demikian terus hingga si anak akhirnya mampu terbang sendiri.

Induk elang membutuhkan kesabaran untuk melatih dan menunggu waktu tepat mengajarkan KEMANDIRIAN pada anak-anaknya. Begitu juga bagi kita orang tua.

Kita perlu bersabar dan memiliki kematangan emosi yang besar untuk mendidik anak-anak menjadi pribadi MANDIRI dan TANGGUH. Agar generasi yang kita didik saat ini akan menjadi generasi emas yang MANDIRI, BERKARAKTER UNGGUL, TANGGUH, DAN BISA DIANDALKAN.